Categories
PELET

MBAH WAN; SANG MAHA GURU PELET

Assalamualaikum………………. Salam Sejahtera.

Perkenalkan nama saya Ageng Kuntadi dari Surabaya, biasa dipanggil Ki Ageng, yaitu murid dari Mbah Wan; seorang guru pelet yang saya kenal sejak puluhan tahun lalu saat usia pernikahan saya baru sekitar 1 tahun, saat itu istri saya selingkuh, kemudian puluhan dukun pelet di Surabaya dan sekitarnya telah saya datangi demi menyelamatkan keutuhan rumahtangga saya, namun akhirnya dapat dengan mudah ditangani oleh Mbah Wan, dan kemudian saya mulai berguru pada beliau.

Sekitar 45 tahun terakhir saya dan beberapa murid seniornya Mbah Wan selalu menemani beliau, baik saat membuka layanan di padepokan beliau maupun saat praktek diluar kota. Walaupun kami semua juga sudah memiliki padepokan ataupun tempat praktek masing-masing, tapi kami masih berusaha untuk menemani beliau sebagai bentuk pengabdian kami padanya. Dan karena itulah kami menyaksikan secara langsung bahwa beliau seolah tidak punya rasa lelah melayani siapapun, dan tanpa pamrih. Di padepokan milik beliau yang diberi nama PADEPOKAN SAMUDRO ASMORO, beliau juga menampung puluhan murid dari berbagai daerah. Jadi beliau melayani puluhan tamu dari pagi sampai sore, dan malamnya masih harus mengajar ilmu pelet pada puluhan muridnya.

Semenjak Mbah Wan membuka padepokannya sekitar 50 tahun yang lalu, tentu telah mencetak banyak sekali paranormal ahli ilmu pelet yang menyebar diberbagai daerah, bahkan puluhan diantaranya sangat dikenal oleh publik, diantaranya:

  1. MBAH NONO; yaitu seorang yang dikenal ahli ilmu pelet, pengasuh Padepokan Lereng Lawu (Sine, Ngawi, Jawa Timur).
  2. MBAH JAIDIN; yaitu seorang yang dikenal ahli ilmu pelet, pengasuh Perguruan Singo Putih (Margoyoso, Pati, Jawa Tengah).
  3. Saya sendiri (penulis); KI AGENG pemilik Griya Pengasihan di Surabaya dan Batam.
  4. WAN AMIR; yaitu seorang yang dikenal ahli ilmu pelet, pengasuh Bilik Asihan Radja Akbar (Selangor, Malaysia).
  5. KI JANGKUNG; yaitu seorang yang dikenal ahli ilmu pelet, buka praktek di Medan, Makassar dan Bali.
  6. ABAH JALAL; yaitu seorang yang dikenal ahli ilmu pelet, pemilik Rumah Asihan Jala Sukma (Curug, Serang, Banten).
  7. UST. FATIH; yaitu seorang yang dikenal ahli ilmu pelet, buka praktek di Bae, Kudus, Jawa Tengah.
  8. GUS SYAFI’I; yaitu seorang yang dikenal ahli ilmu pelet, buka praktek di Gebog, Kudus, Jawa Tengah.
  9. ABAH PAMUNGKAS; yaitu seorang yang dikenal ahli ilmu pelet, buka praktek di Tunggorono, Jombang, Jawa Timur.
  10. UST. DEDI; yaitu seorang yang dikenal ahli ilmu pelet, pemilik Padepokan Jaka Keling (Puncu, Kediri, Jawa Timur).
  11. AKI RANGGA; seorang yang dikenal ahli ilmu pelet, buka praktek di Cawang, Jakarta.
  12. DAN MASIH BANYAK LAGI YANG TIDAK BISA SAYA SEBUTKAN SEMUANYA.

ILMU PELET YANG DIPAKAI OLEH MBAH WAN

Mbah Wan memiliki segudang ilmu pelet yang diajarkan pada murid-muridnya, yang sebagian besar adalah aliran ilmu jawa kuno. Akan tetapi dalam membantu tamu-tamunya yang menghadapi masalah asmara dan rumahtanga yang sangat berat, terkadang beliau memakai ilmu pelet andalannya agar lebih mudah dan cepat selesai.

“Maksud tulisan saya ini adalah; ingin memberitahukan bahwa Mbah Wan sekarang sudah bersedia membuka layanan jarak jauh lewat WhatsApp Mbah Wan sendiri:

0812XXXXXXXX

KESAKSIAN

Beberapa kesaksian dari tamu Mbah Wan yang kami (penulis) temui langsung di kediaman Mbah Wan, berikut ini cuplikan wawancaranya:

PENGAKUAN Pak Halim Pradana dari Cirebon yang masih selalu menjaga silaturahmi dengan Mbah Wan:]

Kami sangat bersyukur telah dipertemukan sama Mbah Wan yang telah membantu menyelesaikan problem anak dan menantu kami disaat usia rumahtangga mereka baru beberapa bulan ternyata ada gangguan pihak ketiga. Kami semua sudah berusaha agar mereka tidak bercerai, tapi nasib berkata lain. Lalu kami datangi beberapa paranormal tapi hasil tetap nihil. Dan terakhir dipertemukan dengan Mbah Wan, dan alhamdulillah sekarang mereka sudah rujuk dan harmonis lagi.

PENGAKUAN Bu Ranti Sukoco dari Surabaya yang setiap tahun selalu sowan ke Mbah Wan:]

Tiap lebaran aku masih selalu mengunjungi Mbah Wan bersama keluarga, sebab dulu aku dibantu oleh Mbah Wan waktu suami ketahuan kawin lagi. Dan berbagai macam upaya sudah aku lakukan tapi dia tetap tidak mau balik. Termasuk pakai pelet dari belasan dukun juga tetap tidak berhasil. Akhirnya dibantu oleh Mbah Wan hanya beberapa hari saja suamiku sudah balik dan tobat sampai sekarang”.

PENGAKUAN Pak Iwan Santoso dari Semarang yang masih selalu berkunjung ke Mbah Wan:]

Saya memang berusaha sesering mungkin untuk sowan ke Mbah Wan, ini agar anak-anak paham bahwa tidak boleh melupakan jasa seseorang… Dulu saya dan istri dipersatukan lagi setelah rumah-tangga kami hancur karena adanya pihak ketiga. Ini berkat jasa Mbah Wan“.

PENGAKUAN Bu Ani Septiani dari Bandung yang tiap tahun masih rutin berkunjung ke Mbah Wan:]

Selama masih mampu, saya dan suami masih akan terus menjaga silaturahmi sama Mbah Wan. Bahkan sudah kami anggap seperti orangtua sendiri. Hubungan kami diselamatkan sama Mbah Wan sekitar 24 tahun yang lalu dikarenakan adanya pihak ketiga, ditambah orangtua saya juga tidak akur sama orangtuanya suami. Tapi alhamdulillah semuanya bisa kembali rukun dan harmonis. Tentu itu tidak mungkin kami lupakan sampai kapanpun”.